7 Skala Nyeri dan cara penilaian dalam keperawatan

A. Penilaian Nyeri

Nyeri adalah sensasi yang penting bagi tubuh. Sensasi indra pendengar, penglihatan, pencium, perasa, sentuhan. Nyeri merupakan hasil stimulasi reseptor sensori. Provokasi saraf-saraf sensori nyeri menghasilkan reaksi ke tidak nyaman, distres, dan menderita.

Nyeri akut adalah sensasi yang timbul karena jejas, trauma, spasmus, atau penyakit pada kulit, otot, struktur somatik, atau organ dalam/viscera tubuh. Intensitas nyeri berbanding lurus dengan derajat jejas, dan berkurang seiring penyembuhan jaringan yang rusak/luka.

Tanda-tanda aktivitas sistem saraf otonom (misalnya takhikardia, hipertensi, berkeringat, dilatasi pupil yang berkepanjangan, demam) dapat diiringi sensasi nyeri akut. Umumnya, nyeri akut berhubungan dengan peristiwa, dan bersifat linier. Dua tipe sindrom nyeri akut yang utama adalah nyeri somatis dan nyeri viscera

1. Nyeri Somatis

Nyeri somatis adalah akibat aktifasi nociceptor pada jaringan kutan. Nyeri somatis permukaan/superfisial adalah akibat stimulasi nociceptor di dalam kulit atau jaringan subkutan dan mukosa yang mendasari.

2. Nyeri viscera 

Nyeri viscera disebabkan oleh jejas pada organ dengan saraf simpatis. Nyeri ini dapat disebabkan oleh distensi abnormal atau kontraksi pada dinding otot polos. Nyeri yang disebabkan oleh bagian dalam perut atau pelvic biasanya ditandai dengan distribusi dan kualitas nyeri yang tidak jelas. Biasanya terasa sebagai nyeri yang dalam, tumpul, linu, tertarik, diperas atau ditekan.

B. Senyawa - senyawa perantara nyeri

Berbagai zat kimia tubuh terlibat pada pengenalan atau penghambatan nyeri pada tubuh.

Senyawa Sumber Potensi Menghasilkan Nyeri
Histamin Dilepaskan oleh selmast +
Kalium Dilepaskan oleh sel‐sel yang rusak ++
Bradikinin Protein plasma +++
Prostaglandin Asam arakidonat yang dilepaskan oleh
sel yang rusak
+-
Leukotrien Asam arakidonat yang dilepaskan oleh
sel yang rusak
+-
Senyawa P Neuron aferen primer +-

+, senyawa menghasilkan nyeri; ‐ senyawa memitigasi/mengurangi nyeri 

Table di atas merupakan daftar senyawa yang memperantarai nyeri. Diadaptasi dari Field HL, Pain. New York: McGraw‐Hill, 1987:32.


C. Reseptor yang Terlibat pada Modulasi Nyeri

Reseptor Kerja Agonis
Opioid Analgesia Morfin
Adrenergik Reduksi luaran system saraf simpatis α2: klonidin
α & β: norepinefrin
Serotonergik Modulasi Antidepresan trisiklik
Kolinergik Menghambat nocicepsi Asetilkolin
GABA‐ergik Menghambat firing nociceptor Baclofen

Table di atas adalah daftar Reseptor yang Terlibat pada Modulasi Nyeri. Diadaptasi dari Reisner‐Keller LA. Pain management. In: Herfindal ET. Gourley DR. Textbook of Therapeutics: Drug and Disease Management, 6th ed. Baltimore: Lippincot, Williams & Wilkins, 1996:885.

Terapi sindrom nyeri akut ditujukan langsung pada penyebab yang mendasari nyeri. Juga melibatkan penggunaan obat-obat yang meredakan gejala untuk waktu yang singkat (shortterm). Tujuannya adalah untuk meringankan impuls nyeri selama periode penyembuhan luka Raylene M Rospond, 2008; terj. D. Lyrawati, 2009.

Obat-obat antiinflamasi non-steroid (misalnya ibuprofen, naproksen, ketoprofen) dapat digunakan “jika diperlukan” (pro renata/prn) untuk mengurangi pembengkakan dan edema. Bersama dengan obat-obat derivat opiat (misalnya morfin, hidromorfon), obat-obat ini juga dapat membatasi nyeri selama proses penyembuhan.

Baca juga : Keseimbangan Asam Basa

Baca juga : Cara Menghitung Tetesan Infus di lengkapi dengan Rumus dan Contoh Soal

Baca juga : Komponen Darah dan Fungsi bagi Tubuh

D. Cara Penilaian Skala Nyeri

Skala nyeri merupakan alat ukur yang sering di gunakan perawat. Untuk menilai derajat rasa sakit atau nyeri yang dirasakan pasien. Penilaian skala nyeri sangat mendukung perawat dalam menentukan diagnosis keperawatan yang sesuai. 

Perencanaan perawatan, dan mengimplementasikan rencana asuhan yang di buat sampai evaluasi terhadap masalah nyeri yang di temukan. Tools Skala nyeri juga dapat memberi informasi durasi, jenis nyeri pasien, apa yang memperberat dan meringankan rasa nyeri?. 

Semua usia mulai dari bayi, anak, remaja, dewasa dan lansia dapat di kaji skala nyeri yang di alami. Ahkan pasien tidak sadar atau dalam pengaruh obat “sedasi” juga dapat dinilai.

Ambang Intensitas Nyeri: Dalam survei pasien dengan nyeri kronis, intensitas nyeri digambarkan sebagai dimensi yang sangat penting dari pengalaman nyeri dan target penting dari perawatan nyeri (Turk et al., 2008)

Jenis-jenis metode Skala Nyeri

Pengkajian skala nyeri cukup banyak, dan masing-masing memiliki spesifikasi tersendiri, untuk pasien sipa dan seperti apa skala nyeri digunakan. berikut ini  perawat picu rangkum skala nyeri yang sering digunakan antara lain:

1. Numeric rating scale (NRS)

Numeric rating scale, skala nyeri yang cukup mudah digunakan. Skala nyeri ini dibuat di tuju-kan untuk pasien berusia di atas 9 tahun. Tingkat frekuensi, durasi, sensasi nyeri dapat dinilai pada awal  perawatan, dan berkala selama perawatan.

Pengaplikasian skala nyeri Numeric rating scale, menggunakan angka 0–10 atau 0–5. Angka tersebut ditanyakan ke pasien. minta ia menilai rasa sakit yang dialami. Jelaskan semakin kecil angka pada skala nyeri, maka semakin berkurang atau tidak nyeri. 

Numeric Rating Scale (NRS)

Berikut adalah interpretasinya.:

Angka 0 artinya tidak nyeri

Angka 1–3 artinya nyeri ringan

Angka 4–6 artinya nyeri sedang

Angka 7–10 artinya nyeri berat

Rekomendasi Initiative on Methods, Measurement, and Pain Assessment in Clinical Trials (IMMPACT) lebih lanjut menyarankan untuk menerapkan skor intensitas nyeri dasar minimum 4/10 pada skala peringkat nyeri numerik sebagai kriteria inklusi yang masuk akal untuk uji coba perawatan nyeri, untuk membatasi "efek dasar" dan memastikan bahwa peserta memiliki tingkat nyeri yang cukup untuk ditunjukkan. perbaikan terkait pengobatan (Dworkin et al)

2. Verbal rating scale (VRS)

Verbal rating scale

metode verbal rating scale memanfaatkan kata, angka, atau warna untuk menilai skala nyeri. Skala ini memiliki pilihan kata yakni tidak ada nyeri, nyeri ringan, nyeri sedang, dan nyeri berat/parah. 

3. Face pain scale (FPS)

Faces Pain Scale-Revised (FPS-R) adalah ukuran pelaporan diri dari intensitas nyeri yang dikembangkan untuk anak-anak yang memungkinkan untuk menilai sensasi nyeri pada metrik 0 hingga 10 yang diterima secara luas untuk usia 4–16 tahun

Pada anak-anak, skala nyeri umumnya diberikan beberapa pilihan gambar wajah, baik warna dan ekspresi berbeda. Kemudian anak diminta memilih wajah yang menunjukkan derajat atau tingkat skala nyeri yang paling sesuai

Pasangkan kata dengan tiap angka (contoh, "tidak nyeri" = 0 dan " nyeri berat/parah " = 3). Pasien diminta memilih kata-kata yang menggambarkan nyeri yang dirasakan. Skala nyeri VRS dapat terapkan juga pada anak-anak usia 4-17 tahun. 

Selanjutnya tools penilaian skala nyeri wajah menggunakan Whaley dan Wong "WONG & BAKER"

WONG BAKER

Perkembangan kemampuan verbal dan pemahaman konsep merupakan hambatan utama ketika menggunakan cara-cara penilaian nyeri yang lain khususnya untuk anak-anak usia kurang dari 7 tahun.

 Pengembangkan Skala wajah untuk memenuhi keutuhan penilai nyeri dalam  hal cara/metode penilaian. Skala nyeri wajah dapat digunakan untuk anak-anak dengan mudah, karena anak-anak dapat memilih gambar wajah sesuai rasa nyeri yang dialaminya. Pilihan ini kemudian diberi skor angka.

 Skala wajah Whaley dan Wong Gambar di atas menggunakan 6 kartun wajah, yang menggambarkan wajah tersenyum, wajah sedih, sampai menangis, dan tiap wajah ditandai.


4. Visual analog scale (VAS)

Skala nyeri VAS adalah metode pengkajian nyeri yang menampilkan visualisasi gradasi tingkat skala nyeri. Juga merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk menilai nyeri 

Skala linier ini menggambarkan secara visual gradasi tingkat nyeri yang mungkin dialami seorang pasien. Rentang nyeri diwakili sebagai garis sepanjang 10-cm, dengan atau tanpa tanda pada tiap centimeter. Tanda pada kedua ujung garis ini dapat berupa angka atau pernyataan deskriptif. 

Ujung yang satu mewakili tidak ada nyeri, sedangkan ujung yang lain mewakili rasa nyeri terparah yang mungkin terjadi. Skala dapat dibuat vertikal atau horizontal. Manfaat utama VAS adalah penggunaannya yang sangat mudah dan sederhana

Visual analog scale

Dalam penggunaan skala nyeri VAS. Beritahu pasien untuk menandai titik atau X pada garis yang menggambarkan intensitas skala nyeri. Kemudian ukur garis dan hitung skor nyeri pasien.

5. Brief pain inventory (BPI)

Berbeda dengan McGill pain questionnaire  Skala nyeri Brief pain inventory memiliki sekitar 15 pertanyaan untuk mengumpulkan data yang menggambarkan rasa sakit dalam durasi 24 jam terakhir. Pertanyaan pada metode ini di sediakan juga pilihan angka 0–10.


Sample pertanyaan : menandai lokasi nyeri pada gambar manusia. Kemudian apakah rasa nyeri mengganggu tidur dan kemampuan berjalan pasien.

6. McGill pain questionnaire (MPQ)

Skala nyeri jenis ini memiliki 78 kata kuesioner seputar rasa nyeri. seperti takut, dingin, panas, mati rasa, dan seterusnya. Minta pasien memberi tanda pada kata-kata yang paling menggambarkan kondisi yang dirasakan.



Kemudian, hitung seluruh jumlah kata yang ditandai. Skala nyeri McGill pain questionnaire dapat digunakan untuk anak-anak yang mampu membaca dan orang dewasa.

7. Initial pain assessment tool

Initial pain assessment tool dapat di gunakan dalam pemeriksaan awal. Skala nyeri dapat memberi informasi rasa nyeri yang diderita pasien.

Menggunakan tools skala nyeri Initial pain assessment tool memantu dalam menilai, mendiagnosis, dan mengobati pasien. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. juga dapat meng-kombinasi skala nyeri.



Demikian 7 Skala Nyeri dalam keperawatan yang di rangkum oleh perawat picu. Mudah-mudahan berguna dalam asuhan keperawatan kamu di layanan kesehatan. Pilih metode mana yang paling cocok untuk mendukung proses keperawatan kamu.

Artikel terkait

Penilaian skala nyeri untuk pasien anak dengan metode FLACC Scale

Ini deskripsi berbagai macam skala nyeri untuk mengukur rasa sakit


Refrensi:

Identifying important outcome domains for chronic pain clinical trials: an IMMPACT survey of people with pain. Turk DC, Dworkin RH, Revicki D, Harding G, Burke LB, Cella D, Cleeland CS, Cowan P, Farrar JT, Hertz S, Max MB, Rappaport BA. Pain. 2008 Jul 15;137(2):276-285. PMID: 17937976

Wongbakerface.org

Judith E. Beyer, et.al. 2005. The Alternate Forms Reliabily of the Oucher Pain Scale

Fields HL. Pain. New York: McGraw-Hill, 1987:32.

Raylene M Rospond, 2008; terj. D. Lyrawati, 2009 



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url