Cara Pemberian 8 Obat-obatan ICU yang sering mengunakan Syringe Pump
Menghitung Dosis Obat dalam Infus (Drip) Syringe Pump
Dalam praktik keperawatan intensitas dalam pemberian obat sangat tinggi, mengetahui dosis obat yang sesuai order dan bagaimana pemberiannya dalam dosis yang sangat ketan menggunakan syringe pump tentu akan mendukung kelancaran selama jaga, yuk kita bahas lebih lanjut.
Apa Itu Drip Obat?
Drip obat adalah metode pemberian obat dengan cara dicampurkan ke dalam cairan infus dan diberikan secara perlahan (kontinu) dalam jangka waktu tertentu. Metode ini sering digunakan di ruang PICU, ICU, NICU, IGD, untuk menjaga keamanan efek obat-obatan tetap stabil dan terkontrol.
Keunggulan Metode Drip Obat
- Efek Stabil: Menjaga kadar obat dalam plasma darah tetap konstan.
- Kontrol Dosis: Memudahkan penyesuaian dosis (titrasi) berdasarkan respon pasien.
- Keamanan: Mengurangi risiko iritasi vena yang sering terjadi pada pemberian bolus cepat.
Kenapa Harus Bisa Menghitung Dosis Drip?
Berikut ini alasan kenapa perlu memehami perhitungan dosis obat dalam metode drip syring pump.
| Alasan | Akibat Jika Salah |
|---|---|
| Obat-obatan ini poten (kuat) | Overdosis bisa fatal, underdosis tidak efektif |
| Diberikan dalam waktu lama | Kesalahan kecil terakumulasi jadi besar |
| Pasien dalam kondisi kritis | Perubahan kecil sangat berarti |
| Order dalam mcg/kg/menit | Perlu hitung dengan BB pasien |
| Beda konsentrasi, beda hasil | Harus teliti saat mengencerkan |
Mengenal Syringe Pump
Syringe Pump adalah perangkat elektronik yang memastikan terapi intravena diberikan secara tepat dalam hal dosis dan waktu. Alat ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas hemodinamik pasien di ruang intensif.
Metode pemberian terapi menggunakan Syringe Pump terbagi menjadi dua:
- Kontinu: Diberikan terus-menerus, biasanya dalam durasi 24 jam.
- Intermiten: Diberikan pada waktu yang spesifik dengan durasi singkat.
Melalui pompa ini, pemberian obat-obatan kritis, cairan, hingga nutrisi parenteral dapat dilakukan dengan tingkat keamanan yang tinggi. Seperti penggunaan pada :
- Obat-obatan High Alert (seperti Inotropik atau Insulin).
- Cairan Infus dengan kecepatan rendah.
- Nutrisi Parenteral dan Enteral.
Terlebih lagi pemerian dilakukan pada pasien anak. Tentunya kebutuhan terapi dalam pemberian dosis-nya sangat ketat dan ketepatan yang cukup akurat. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat rumus pemberian obat menggunakan syringe pump:
- Pemberian Obat Dopamin
Dopamin adalah obat yang bekerja membantu jantung untuk memompa darah ketika syok terjadi. Ketika kekurangan pasokan darah, oksigen, dan nutrisi menuju jaringan serta organ tubuh (hipoperfusi).
- Indikasi Dopamin
Syok yang terjadi berhubungan dengan CRF, INFARK MIOKARD, RENAL FAILURE.
Dosis dan efek hemodinamik.
Pemberian Dosis Rendah : 3-5 µg/kgBB/menit.
Aktivasi reseptor dopamine & vasodilator arteri renal meningkatkan urine output dan curah jantung.
Pemberian Dosis Sedang : 5-10 µg/kgBB/menit.
Aktivasi tekanan darah,menstimulasi β1 reseptor, meningkatkan kontraktilitas dan heart rate.
Pemberian Dosis Tinggi : 10-20 µg/kgBB/menit.
menstimulasi reseptor α sehingga memberi efek vasokonstriksi , meningkatkan SVR, blood pressure dan konsumsi oksigen myocard.
- Efek samping Dopamin
Mual, muntah, Aritmia dan Diare
- Rumus Pemberian Dopamin
=DOSIS YANG DIMINTA X BB X 60 : JUMLAH PENGENCER.
Contoh kasus pemberian dopamin:
INSTRUKSI : pemberian obat dopamin 1 µg/kgBB/menit. Berat Badan pasien : 20 kg. Sediaan obat Dopamin 200 mg, Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9%?
Langkah pertama konversi terlebih dulu sedian obat dopamin 200 mg ke µg dengan pengencer 50 mL Nacl 0,9%.
Perhatian : 1 mg = 1000 µg
- Contoh kasus pemberian dopamin :
Cara : Jumlah Pengenceran = 200 mg : 50 mL Nacl 0,9% = 4 mg/mL
Maka : 4mg = 4000 µg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat:
DOSIS YANG DIMINTA X BB X 60 : JUMLAH PENGENCER
1 µg x 20 kg x 60 : 4000 µg/mL
= 0,3 mL/jam.
- Rumus Cepat Dopamin
Di banyak rumah sakit, pengenceran standar untuk Dopamin adalah:
200 mg (1 ampul) dalam 50 ml → konsentrasi = 4000 mcg/ml
Rumus cepat untuk obat ini:
Kecepatan (ml/jam) = (Dosis x BB x 60) / 4000
Atau lebih sederhana:
Kecepatan = (Dosis x BB) / 66,67
Contoh: Dosis 5 mcg/kg/menit, BB 60 kg
- ✅ Cara 1: (5 x 60 x 60) / 4000 = 18.000/4000 = 4,5 ml/jam
- ✅ Cara 2: (5 x 60) / 66,67 = 300/66,67 = 4,5 ml/jam
- Pemberian Obat Dobutamin
Dobutamin adalah katekolamin sintetis yang secara langsung bekerja pada reseptor β1 miokard, memiliki efek peningkatan kontraktilitas jantung selektif, dan meningkatkan hemodinamik. Juga memiliki efek yang menyebabkan vasodolatasi sehingga menurunkan SVR.
- Indikasi Dobutamin
Peningkatan kontraktilitas jantung pada kegagalan sirkulasi akut.
Fungsi : Bekerja pada β 1 dan kontraktilitas jantung pada kegagalan sirkulasi akut.
Pemberian Dosis Rendah : 2-5 µg/kgBB/menit.
Memiliki pengaruh pada peningkatan curah jantung tanpa meningkatkan laju nadi/ heart rate.
Pemberian Dosis Sedang : 5-10 µg/kgBB/menit.
Memiliki pengaruh pada peningkatan curah jantung disertai penurunan tekanan kapiler pulmonal.
Pemberian Dosis Tinggi : 10-20 µg/kgBB/menit.
Meningkatkan cardiac output.
Pemberian dobutamin dapat bersamaan dengan dopamine. Kombinasi kedua obat ini mampu mengatasi sindrom low cardiac output dan resistensi pulmonal.
- Rumus Pemberian Dobutamin
=DOSIS DIMINTA X BERAT BADAN X 60 : JUMLAH PENGENCERAN
- Contoh kasus pemberian dobutamin :
INSTRUKSI: pemberian obat dobutamin 1 µg/kgBB/menit. Berat Badan pasien : 20 kg. Sediaan obat dobutamin 250 mg, Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9% ?
Perhatian: 1 mg = 1000 µg
Cara: Jumlah Pengenceran = 250 mg: 50 mL Nacl 0,9% = 5 mg/mL
Maka : 5 mg = 5000 µg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat:
DOSIS YANG DIMINTA X BB X 60 : JUMLAH PENGENCER
1 µg x 20 kg x 60 : 5000 µg/mL
= 0,24 mL/jam.
- Pemberian Obat Adrenalin
Epinephrine adalah obat yang memiliki fungsi menyempitkan pembuluh darah dan “bronkodilator” melebarkan saluran pernapasan. Epinephrine digunakan dalam terapi syok anafilaktik alergi tingkat berat dan mengatasi asma akut. Cara kerja Epinephrine dengan membuka saluran nafas di paru-paru, sehingga menstimulasi jantung.
- Indikasi Epinephrine /Adrenalin
Cardiac arrest, Ventrikel flater (VF) dan Ventrikel Takikardi (VT) tanpa nadi.
Dosis
0,05 µg/kgBB/menit.
Sebagai stimulus Reseptor Adrenergic.
- Rumus Pemberian Epinephrine /Adrenalin
DOSIS YANG DIMINTA X BB X 60 : JUMLAH PENGENCER
- Contoh kasus pemberian Adrenalin/ Epinephrine:
INSTRUKSI : pemberian obat Adrenalin 0,1 µg/kgBB/menit. Berat Badan pasien : 20 kg. Sediaan obat Adrenalin 1 mg, Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9% ?
Perhatian : 1 mg = 1000 µg
Cara : Jumlah Pengenceran = 1 mg: 50 mL Nacl 0,9% = 0,02 mg/mL
Maka : 0,02 mg/mL = 20 µg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat :
DOSIS DIMINTA X BERAT BADAN X 60 : JUMLAH PENGENCERAN
0,1 µg x 20 kg x 60 : 20 µg/mL
= 6 mL/jam.
- Pemberian Obat Noradrenalin/ Norepinephrine
- Indikasi Norepinefrin
Hipotensi berat yang disertai menurunnya SVR.
Dosis : 0,05 – 0,5 µg/kgBB/menit.
Vasokonstriktor kuat reseptor α (alfa) untuk meningkatkan tekanan darah (Blood Pressure) dan Inotropik (Stimulator reseptor β1).
- Rumus Pemberian Norepinefrin
=DOSIS YANG DIMINTA X BB X 60 : JUMLAH PENGENCER
- Contoh kasus pemberian Norepinefrin :
INSTRUKSI : pemberian obat Norepinefrin 0,05 µg /kgBB/menit. Berat Badan pasien : 20 kg.
Sediaan obat Norepinefrin 4 mg, Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9% ?Perhatian : 1 mg = 1000 µg
Cara : Jumlah Pengenceran = 4 mg: 50 mL Nacl 0,9% = 0,08 mg/mL
Maka : 0,08 mg/mL = 80 µg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat :
DOSIS DIMINTA X BERAT BADAN X 60 : JUMLAH PENGENCERAN
0,05 µg x 20 kg x 60 : 80 µg/mL
= 0,75 mL/jam
- Pemberian Obat Nitrogliserin (NTG)
NTG diberikan apa adanya atau diencerkan dengan salin fisiologis, injeksi glukosa 5%, larutan Ringer laktat, dll., dan diberikan secara intravena sebagai larutan nitrogliserin 0,005-0,05% (50-500 µg per 1 mL).
- Indikasi Nitrogliserin (NTG)
Obat ini biasanya diberikan sebagai nitrogliserin per 1 kg berat badan per menit berdasarkan indikasi berikut
Mempertahankan hipotensi selama operasi.
Pertolongan pertama untuk hipertensi abnormal selama operasi.
Gagal jantung akut (termasuk eksaserbasi akut gagal jantung kronis).
Angina tidak stabil.
Gunakan dengan hati-hati pada neonatus dan bayi. Karena aktivitas reduktase methemoglobin rendah, methemoglobinemia mungkin terjadi.
- Rumus Pemberian Obat Nitrogliserin
=DOSIS YANG DIMINTA X 60 : JUMLAH PENGENCERAN
- Contoh kasus pemberian Nitrogliserin:
INSTRUKSI : pemberian obat Nitrogliserin 5 µg/menit. Sediaan obat Nitrogliserin 10 mg. Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9% ?
Perhatian : 1 mg = 1000 µg
Cara : Jumlah Pengenceran = 10 mg : 50 mL Nacl 0,9% = 0,2 mg /mL
Maka : 0,2 mg/mL = 200 µg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat :
DOSIS YANG DIMINTA X 60 : JUMLAH PENGENCERAN
5 µg x 60 : 200 µg/mL
= 1,5 mL / jam
- Pemberian Obat Cordarone
Amiodaron adalah agen antiaritmia kuat yang efektif dalam mengendalikan aritmia atrium dan ventrikel. pemberian bolus intravena akut dan pemberian intravena terus menerus. Pasien dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri lebih besar dari 0,35 mengalami peningkatan kinerja jantung karena vasodilatasi perifer akut dan kronis. Namun, pasien dengan fraksi ejeksi yang lebih rendah mengalami penurunan indeks jantung sebesar 20% dan peningkatan tekanan jantung kanan yang signifikan secara klinis setelah pemberian bolus akut.
- Indikasi Amiodarone
>Obat ini diberikan pada kondisi VT, SVT berulang, atrial fibrilasi pasca operasi. Pemberian amiodaron sebaiknya melalui vena central ini bertujuan untuk menghindari tromopleitis.
Dosis : 150 - 300 mg diberikan dalam 15 – 30 Menit.
Dosis maintenance 450 mg, 600 mg, 900 mg dalam 24 jam.
Efek Hemodinamik : β blocker
Sediaan : 1 Ampul = 3 cc = 150 mg
- Rumus Pemberian Amiodaron
- Contoh kasus 1 pemberian Amiodaron :
Jika dosis sediaan Cordarone 600 mg dalam 50 mL Nacl 0,9 % lalu INSTRUKSI : pemberian obat Cordaron 450 mg /24 jam ?
- Contoh kasus 2 pemberian Amiodaron :
Jika sediaan Cordarone 300 mg dalam 50 mL Nacl 0.9% lalu INSTRUKSI : pemberian obat Cordaron 300 mg/24 jam ?
Cara : Jumlah Pengenceran = 300 mg : 50 mL = 6 mg/mL
Maka : 300 mg : 6 mg/cc x 24 jam = 2,08 cc/jam
- Pemberian Obat Lasix
Furosemide adalah diuretik kerja pendek yang kuat ( Weiner & Mudge, 1985 ). Ini digunakan untuk pengobatan edema yang berasal dari jantung, hati atau ginjal dan dalam berbagai situasi mulai dari kontrol hipertensi hingga pengobatan simtomatik hiperkalsemia.
Furosemide memiliki kurva efek dosis yang curam, dan dosis terapeutik berkisar antara 40 hingga 200 mg setiap hari pada orang dewasa ( Weiner & Mudge, 1985 ). Pengobatan edema biasanya dimulai dengan dosis oral awal 40 mg setiap hari; pada kasus yang parah, peningkatan bertahap hingga 600 mg setiap hari mungkin diperlukan. Injeksi furosemide intramuskular atau lambat juga digunakan, meskipun rute oral lebih disukai. Dalam pengelolaan oliguria pada gagal ginjal akut atau kronis, dosis hingga 6 g telah diberikan secara lambat (kurang dari 4 mg per menit) infus intravena (lihat Reynolds, 1989 )
Dosis biasa untuk anak-anak adalah 1–3 mg/kg bb setiap hari diberikan secara oral dan 0,5–1,5 mg/kg bb melalui injeksi ( Reynolds, 1989 ).
Sediaan
1 Ampul Lasix =20 mg = 2 cc
1 cc = 10 mg
- Rumus Pemberian Lasik
=DOSIS YANG DIMINTA : JUMLAH PENGENCERAN
- Contoh kasus pemberian Lasik
INSTRUKSI : pemberian obat Lasix 30 mg/jam . Sediaan lasix 10 Ampul (200 mg) dalam 50 mL Nacl 0,9% ?
Cara : Jumlah Pengenceran : 200 mg : 50 mL = 4 mg/mL
Kemudian masuk ke rumus obat :
DOSIS YANG DIMINTA : JUMLAH PENGENCERAN
30 mg : 4 mg = 7,5 mL/jam
- Pemberian Obat Heparin
Heparin adalah obat pengencer darah / antikoagulan. digunakan untuk mengobati dan mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah, arteri, atau paru-paru. Selain itu juga digunakan sebelum tindakan operasi yang bertujuan mengurangi risiko pembekuan darah.
Sediaan : 1 Flacon/Vial = 25000 unit = 5 mL maka 1 mL = 5000 unit
- Rumus Pemberian Obat Heparin
DOSIS DIMINTA : JUMLAH PENGENCERAN
- Contoh kasus pemberian Heparin
INSTRUKSI : pemberian obat heparin 500 unit/jam. Sediaan obat heparin 15000 unit. Gunakan pengencer 50 mL Nacl 0,9% ?
Cara : 15000 iu : 50 mL = 300 iu/mL
Maka : 500 iu/jam : 300 iu/mL = 1.66 mL/jam
Kemudian masuk ke rumus obat :
DOSIS DIMINTA : JUMLAH PENGENCERAN
5 iu x 60 : 200 µg/mL
= 1,5 mL / jam
Misalnya: Sediaan Dopamin 1 Ampul = 5 atau 10 mL = 200mg
Hal Penting yang Perlu Diingat
Hanya untuk Konsentrasi 4000 mcg/mL: Rumus cepat / 66,67 ini hanya berlaku jika mengencerkan 200 mg Dopamin ke dalam 50 mL cairan. Jika pengencerannya berbeda (misalnya dalam 100 mL), angka pembagi tersebut tidak bisa digunakan.
Akurasi Alat: Sebagian besar syringe pump di rumah sakit saat ini sudah memiliki fitur perhitungan dosis otomatis (dose error reduction system). Namun, menguasai perhitungan manual seperti ini sangat krusial sebagai bentuk verifikasi keamanan (safety check).
Misalnya : Sediaan Dobutamin 1 Ampul = 5mL = 250 mg
Sediaan : 1 Ampul = 1mL = 1Mg
Misalnya : Levophed, Levosol dan Vascon
Norepinefrin, juga dikenal sebagai noradrenalin, adalah neurotransmitter dan hormon. α efek pada norepinefrin meningkatkan SVR dan blood pressure. β1 meningkatkan kontraktilitas jantung dan heart rate.
Sediaan Norepinephrine : 1 mL = 1 mg
Sediaan NTG 10 mg dalam 10 mL
=DOSIS DIMINTA : JUMLAH PENGENCERAN X JAM PEMBERIAN
Cara : Jumlah Pengenceran = 600 mg : 50 mL = 12 mg/mL
Maka : 450 mg : 12 mg/cc x 24 jam = 1,56 cc/jam
Demikian Cara Pemberian 8 Obat-obatan icu yang sering menggunakan Syringe Pump. Semoga dapat menunjang tabungan pengetahuan sebagai belajar bersama.
Demikian Cara Pemberian 8 Obat-obatan icu yang sering menggunakan Syringe Pump. Semoga dapat menunjang pengetahuan untuk belajar bersama.
Soal Latihan
- Soal 1
- Soal 2
- Soal 3
- Soal 4
- Soal 5
- Soal 6
✅Pasien BB 70 kg mendapat order Dobutamin 5 mcg/kg/menit. Sediaan dobutamin 250 mg dalam 50 ml. Berapa ml/jam?
Lihat Jawaban
Konsentrasi = 250.000 mcg / 50 ml = 5000 mcg/ml TPM = (5 x 70 x 60) / 5000 = 21.000/5000 = 4,2 ml/jam.
✅Pasien BB 55 kg mendapat order Dopamin 7,5 mcg/kg/menit. Sediaan dopamin 200 mg dalam 50 ml. Berapa ml/jam?
Lihat Jawaban
Konsentrasi = 200.000 / 50 = 4000 mcg/ml TPM = (7,5 x 55 x 60) / 4000 = 24.750/4000 = 6,19 ≈ 6,2 ml/jam.
✅Order Heparin 1200 unit/jam. Sediaan heparin 25.000 unit dalam 500 ml D5%. Berapa ml/jam?
Lihat Jawaban
Konsentrasi = 25.000/500 = 50 unit/ml Kecepatan = 1200/50 = 24 ml/jam
✅Pasien dengan DKA, BB 65 kg, order insulin 0,1 unit/kg/jam. Sediaan insulin 50 unit dalam 50 ml NaCl. Berapa ml/jam?
Lihat Jawaban
Konsentrasi = 1 unit/ml Dosis/jam = 0,1 x 65 = 6,5 unit/jam Kecepatan = 6,5 ml/jam
✅Pasien pre-eklampsia mendapat order MgSO4 4 gram dalam 100 ml NaCl diberikan dalam 30 menit. Faktor tetes 20. Berapa TPM?
Lihat Jawaban
Volume = 100 ml Waktu = 30 menit TPM = (100 x 20) / 30 = 2000/30 = 66,7 ≈ 67 tpm
✅Pasien BB 50 kg terpasang dobutamin 6 ml/jam dengan konsentrasi 5000 mcg/ml. Berapa dosis yang diterima?
Lihat Jawaban
Dosis = (6 x 5000) / (50 x 60) = 30.000/3000 = 10 mcg/kg/menit
Tabel Ringkasan Rumus Syringe Pump
| Nama Obat | Satuan Dosis | Rumus Utama (mL/jam) |
|---|---|---|
| Dopamin / Dobutamin | mcg / kgBB / menit | (Dosis × BB × 60) / Pengencer |
| Adrenalin (Epinefrin) | mcg / kgBB / menit | (Dosis × BB × 60) / Pengencer |
| Norepinefrin (Vascon) | mcg / kgBB / menit | (Dosis × BB × 60) / Pengencer |
| Nitrogliserin (NTG) | mcg / menit | (Dosis × 60) / Pengencer |
| Heparin / Lasix | Unit / jam atau mg / jam | Dosis Diminta / Pengencer |
| Amiodarone (Cordarone) | mg / 24 jam | (Dosis / Pengencer) / 24 |
*Catatan: Pastikan satuan dosis (mg/mcg/unit) sudah dikonversi dan disamakan dengan satuan pengencer sebelum menghitung.
REFERENSI
- American Heart Association. 2004. Acls provider manual. AHA : USA
- Daniels cj, orsinelli da. Cardiac rupture with dobutamine stress echocardiography. J am soc echocardiogr. 1997 nov-dec;10(9):979-81. Doi: 10.1016/s0894-7317(97)80016-8. Pmid: 9440077.
- Kosinski ej, albin jb, young e, lewis sm, leland os jr. Hemodynamic effects of intravenous amiodarone. J am coll cardiol. 1984 sep;4(3):565-70. Doi: 10.1016/s0735-1097(84)80103-5. Pmid: 6470338.
- Furosemide (furosemide). Iarc monogr eval carcinog risks hum. 1990;50:277-91. Pmid: 2292803; pmcid: pmc7681312.
- Kris Diyanto ( 2014 ). Teori kuliah kerja lapangan rsud moewardi. Solo: jurnal keperawatan.
- Arif Muttaqin ( 2009 ). Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler dan hematologi. Jakarta
- Ulfah, Anna et al ( 2001 ). Buku ajar keperawatan kardiovaskuler. Edisi pertama.Bidang diklat pusat kesehatan jantung nasional harapan kita. Jakarta





