Penilaian Nyeri dengan Numerical Rating Scale (NRS)

Numerical Rating Scale (NRS)

Penilaian Nyeri dengan Numerical Rating Scale (NRS) adalah alat pengukuran nyeri dengan nilai 0 sampai dengan 10 dimana nilai 0 yang berati tidak merasakan nyeri dan nilai 10 yang bearti nyeri yang dirasakan sangat ekstrim (Vitani, 2019)

Numerical Rating Scale
Numerical Rating Scale


Dalam Numerical Rating Scale (NRS) pasien diminta untuk memberi tanda pada angka antara 0 dan 10, yang mewakili intensitas nyeri mereka. Angka Nol biasanya mewakili 'tidak ada rasa sakit sama sekali' sedangkan batas atas mewakili 'rasa sakit terburuk yang pernah mungkin terjadi'. 

Rentang Skor dan Interpretasi

Skor Kategori Interpretasi Klinis
0 Tidak Nyeri Tidak ada rasa nyeri sekali
1-3 Nyeri Ringan Nyeri masih ringan, dapat diabaikan, dan tidak mengganggu aktivitas maupun tidur
4-6 Nyeri Sedang Nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan konsentrasi, serta mungkin mulai mengganggu tidur
7-9 Nyeri Berat Nyeri sangat mengganggu aktivitas, tidur, dan fungsi fisik. Pasien biasanya membutuhkan intervensi segera.
10 Nyeri Berat Nyeri yang tak tertahankan, pasien tidak mampu beraktivitas atau bahkan bergerak.

Cara Melakukan Penilaian

  1. Instruksi: Jelaskan kepada pasien bahwa "0" berarti tidak ada nyeri, dan "10" adalah nyeri paling hebat yang pernah dirasakan atau yang dibayangkan.
  2. Tanyakan: Tanyakan "Dari skala 0 sampai 10, berapa angka yang menunjukkan nyeri Anda sekarang?"
  3. Variasi: Selain nyeri saat ini, NRS juga bisa digunakan untuk menilai nyeri paling hebat (worst) dalam 24 jam terakhir, nyeri paling ringan (least), atau rata-rata nyeri.

Kelebihan

  • Sederhana dan Cepat: Mudah dijelaskan dan dijawab dalam waktu singkat.
  • Valid dan Reliabel: Memiliki korelasi yang baik dengan skala nyeri lainnya (seperti Visual Analog Scale/VAS) dan memiliki konsistensi yang tinggi.
  • MMudah Dicatat: Angka memudahkan dokumentasi dan pemantauan tren nyeri (misalnya: nyeri turun dari 8 menjadi 3 setelah pemberian analgesik).

Kekurangan

  • Membutuhkan Kemampuan Kognitif: Tidak dapat digunakan pada pasien dengan gangguan kognitif, disorientasi, anak-anak yang belum bisa berhitung, atau pasien dengan gangguan bahasa/komunikasi.
  • Subjektif: Sangat bergantung pada persepsi dan laporan jujur dari pasien.
  • Tidak Menjelaskan Kualitas Nyeri: NRS hanya menilai intensitas (kuantitas), bukan kualitas nyeri (seperti apakah nyeri terasa seperti terbakar, ditusuk, atau tertindih). Untuk kualitas nyeri, diperlukan alat ukur tambahan seperti McGill Pain Questionnaire.

Perbedaan dengan Skala Nyeri Lainnya

Berbeda dengan VAS (Visual Analog Scale): Menggunakan garis lurus 10 cm tanpa angka. Pasien menandai titik pada garis tersebut. NRS dianggap lebih mudah karena menggunakan angka, sementara VAS sering dianggap lebih akurat dalam penelitian namun lebih sulit untuk lansia atau pasien dengan gangguan motorik halus.

FPS (Faces Pain Scale): Menggunakan gambar wajah (tersenyum hingga menangis). Lebih cocok untuk anak-anak atau pasien yang tidak bisa membaca angka.

Skala Peringkat Numerik telah menunjukkan korelasi tinggi dengan alat penilaian nyeri lainnya dalam beberapa penelitian. Kelayakan penggunaannya dan kepatuhan yang baik juga telah dibuktikan. Karena mudah untuk mengelola NRS secara verbal, ini dapat digunakan dalam wawancara via telepon. 

Hasil penilaian nyeri tidak dapat dianggap sebagai data rasio. Namun, perubahan skor sebesar 20% pada NRS (seperti halnya VAS) sudah menunjukkan perbedaan klinis yang signifikan. Karena nyeri merupakan keluhan utama pasien—terutama pada kasus punggung dan kepala—evaluasi yang mendalam menjadi sangat krusial. Penilaian ini mencakup intensitas, durasi, dan dampak nyeri melalui berbagai instrumen yang memiliki kelebihan serta kekurangan spesifik.

artikel lain : 7 skala nyeri dalam keperawatan 

Aplikasi dalam Manajemen Nyeri

  • Saat awal pasien datang (nyeri baseline).
  • Secara berkala (misalnya setiap 4 jam pada periode akut).
  • Setelah intervensi (pemberian obat analgesik atau tindakan keperawatan) untuk mengevaluasi efektivitas terapi.

Target keberhasilan: Biasanya penurunan skor hingga di bawah 3 atau turun lebih dari 50% dari skor awal, tergantung pada kondisi klinis pasien.

Referensi :

  • Haefeli M, Elfering A. Pain assessment. Eur Spine J. 2006 Jan;15 Suppl 1(Suppl 1):S17-24. doi: 10.1007/s00586-005-1044-x. Epub 2005 Dec 1. PMID: 16320034; PMCID: PMC3454549.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url