Penilaian Skala Nyeri dengan Wong-baker
Wong-Baker FACES® adalah skala pengkajian nyeri yang menggunakan 6 gambar wajah untuk membantu pasien mengkomunikasikan nyeri yang mereka rasakan. Dikembangkan pada tahun 1981 oleh Donna Wong dan Connie Baker, skala ini awalnya untuk anak-anak, tapi sekarang digunakan luas untuk lansia dan pasien dengan hambatan komunikasi.
6 Wajah dan Artinya
| Wajah | Skor | Arti | Ekspresi |
|---|---|---|---|
| Wajah 0 | 0 | Tidak sakit | Tersenyum bahagia |
| Wajah 1 | 2 | Sedikit sakit | Ekspresi netral, sedikit murung |
| Wajah 2 | 4 | Lumayan sakit | Alis mulai turun |
| Wajah 3 | 6 | Cukup sakit | Ekspresi sedih jelas |
| Wajah 4 | 8 | Sangat sakit | Mulai menangis |
| Wajah 5 | 10 | Sakit tak tertahankan | Menangis histeris |
Ingat: 6 wajah, tapi skornya 0-10 (kelipatan 2)!
Kapan Menggunakan Skala Ini?
✓ TEPAT digunakan untuk:
Anak-anak (usia 3-12 tahun)
Lansia dengan pikun ringan
Pasien yang tidak bisa bahasa Indonesia
Pasien dengan kesulitan belajar
Pasien yang tidak bisa membaca/berhitung
✗ HINDARI untuk:
Bayi di bawah 3 tahun (gunakan FLACC)
Pasien dengan gangguan penglihatan berat
Pasien dengan demensia lanjut
Cara Menggunakan: Langkah demi Langkah
Langkah 1: Persiapan
Siapkan kartu gambar Wong-Baker, pastikan pasien bisa melihat jelas.
Langkah 2: Jelaskan dengan Bahasa Sederhana
Untuk dewasa:
"Ini gambar wajah-wajah. Yang paling kiri tidak sakit sama sekali (tersenyum). Yang paling kanan sakit paling hebat (menangis). Yang di antaranya dari sakit ringan sampai berat."
Untuk anak-anak:
"Lihat wajah-wajah ini. Yang ini tersenyum karena tidak sakit. Yang ini mulai sedih karena sedikit sakit. Yang ini menangis karena sakit sekali."
Langkah 3: Minta Pasien Memilih
"Sekarang, tunjuk wajah yang paling mirip dengan perasaanmu karena sakit yang kamu rasakan."
Langkah 4: Konfirmasi
"Yakin dengan pilihan ini? Atau ada wajah lain yang lebih mirip?"
Langkah 5: Catat Skornya
Dokumentasikan skor angka (0,2,4,6,8,10), bukan hanya "wajah 3".
Contoh Percakapan di Klinik
Perawat: "Dek, coba lihat gambar ini. Yang paling kiri tidak sakit, yang paling kanan sakitnya paling hebat. Sekarang, adek sakitnya seperti wajah yang mana?"
Pasien kecil: (Menunjuk wajah 4)
Perawat: "Berarti adek merasa sangat sakit ya? Nanti ibu perawat kasih obat biar sakitnya berkurang."
Interpretasi Klinis
| Skor | Kategori | Tindakan |
|---|---|---|
| 0 | Tidak nyeri | Tidak perlu obat |
| 2 | Nyeri ringan | Bisa dengan kompres/relaksasi |
| 4 | Nyeri ringan-sedang | Pertimbangkan obat pereda ringan |
| 6 | Nyeri sedang | Berikan analgesik |
| 8 | Nyeri berat | Butuh analgesik kuat |
| 10 | Nyeri sangat berat | Segera beri obat, cari penyebab |
Catatan penting: Perubahan 1 wajah (2 poin) sudah berarti intervensi berhasil!
Tips Sukses untuk Mahasiswa
Saat Ujian Lab:
Hafalkan skor: 0,2,4,6,8,10 (bukan 1-6!)
Latih cara menjelaskan dengan bahasa sederhana
Bawa kartu Wong-Baker sendiri
Saat Praktik Klinik:
Selalu sedia kartu di saku
Untuk pasien anak, tanya juga ke orangtua
Kombinasikan dengan observasi (apakah pasien meringis? gelisah?)
Dokumentasi yang Benar:
✅ "Pasien mengatakan nyeri, skala Wong-Baker 6/10"
✅ "Nyeri berkurang dari skala 8 menjadi 4 setelah diberi obat"
❌ "Pasien nyeri wajah 4" (tidak jelas)
❌ "Nyeri skala 4" (tanpa menyebut nama skala)
Kelebihan dan Kekurangan
✅ Kelebihan:
Mudah dipahami anak-anak
Tidak perlu bisa baca tulis
Universal (bisa lintas bahasa)
Cepat dan praktis
❌ Kekurangan:
Hanya 6 pilihan (terbatas)
Tidak semua budaya terbuka mengekspresikan wajah
Anak kadang pilih wajah tersenyum karena ingin dianggap baik
Yang Sering Ditanyakan (FAQ)
Q: Kalau pasien tunjuk di antara dua wajah, gimana?
A: Minta pasien pilih satu yang paling mendekati. Bisa juga tanya "lebih ke yang ini atau yang ini?"
Q: Berapa skor wajah ke-3?
A: Wajah ke-3 skornya 6 (ingat: mulai dari 0,2,4,6,8,10)
Q: Bisa dipakai untuk pasien stroke?
A: Bisa, selama pasien bisa mengerti dan menunjuk. Jika lumpuh sebelah, minta pasien mengedip atau mengangguk.
Q: Kapan harus kaji ulang?
A: 30-60 menit setelah pemberian obat pereda nyeri
Contoh Kasus
Kasus: An. B (5 tahun) pasca operasi. Saat dikaji, ia menunjuk wajah 4.
Pengkajian:
Skor Wong-Baker: 8/10
Tampak meringis dan menangis
TD meningkat
Intervensi: Berikan analgesik sesuai program
Evaluasi (1 jam kemudian):
Anak menunjuk wajah 2 (skor 4)
Tidak menangis lagi
Intisari: Yang Harus Kamu Ingat
| Poin | Pesan Kunci |
|---|---|
| Skor | 0, 2, 4, 6, 8, 10 (bukan 1-6!) |
| Target | Anak 3-12 th, lansia, hambatan komunikasi |
| Cara | Tunjukkan gambar → jelaskan → minta tunjuk |
| Dokumentasi | "Wong-Baker: X/10" |
| Evaluasi | Kaji ulang setelah 30-60 menit |
Referensi Singkat
Wong, D.L., & Baker, C.M. (1988). Pain in children: Comparison of assessment scales. Pediatric Nursing, 14(1), 9-17.
Tomlinson, D., et al. (2010). A systematic review of faces scales for pediatric pain. Pediatrics, 126(5).
Potter, P.A., & Perry, A.G. (2023). Fundamentals of Nursing (11th ed.). Elsevier.
Ingat, Sobat Ners! Skala ini alat bantu. Yang terpenting adalah dengarkan pasien dan percaya pada apa yang mereka rasakan. Nyeri itu subjektif - jika pasien bilang sakit, percayalah.
Ada pengalaman menggunakan skala Wong-Baker? Share di komentar!
Selamat belajar dan sukses selalu untuk blog keperawatannya!
