Numeric Rating Scale (NRS)

Numeric Rating Scale (NRS) adalah skala pengkajian nyeri yang paling sederhana dan paling banyak digunakan di dunia. Pasien diminta menilai nyerinya dengan angka dari 0 sampai 10.

AngkaArti
0Tidak nyeri
1-3Nyeri ringan
4-6Nyeri sedang
7-10Nyeri berat

Kenapa populer? Sederhana, cepat, dan mudah dipahami hampir semua orang dewasa.


Cara Menggunakan NRS

Langkah-Langkah Praktis

Langkah 1: Jelaskan Skala

"Pak/Bu, coba nilai nyeri yang Bapak/Ibu rasakan dari skala 0 sampai 10. Angka 0 berarti tidak nyeri sama sekali, angka 10 berarti nyeri paling hebat yang pernah dirasakan."

Langkah 2: Minta Pasien Menilai

"Sekarang, nyeri Bapak/Ibu angka berapa?"

Langkah 3: Konfirmasi

"Apakah Bapak/Ibu yakin angkanya 7? Bukan 6 atau 8?"

Langkah 4: Dokumentasi
Catat: "NRS: 7/10"


Interpretasi Klinis NRS

SkorKategoriMakna KlinisTindakan
0Tidak nyeriPasien nyamanTidak perlu intervensi
1-3Nyeri ringanMasih bisa beraktivitas, tidak mengganggu tidurIntervensi non-farmakologis (kompres, relaksasi, distraksi)
4-6Nyeri sedangMengganggu aktivitas, mulai sulit tidurButuh analgesik, evaluasi penyebab
7-10Nyeri beratTidak bisa beraktivitas, sangat menggangguButuh analgesik kuat segera, cari penyebab serius

Yang perlu diingat:

  • Skor ≥4 umumnya jadi acuan perlu intervensi

  • Skor ≥7 butuh penanganan segera


Contoh Penggunaan di Klinik

Skenario 1: Pasien Pasca Operasi

Perawat: "Pak, setelah operasi tadi, bagaimana nyerinya? Coba nilai dari 0 sampai 10. 0 tidak sakit, 10 sakit paling hebat."

Pasien: "Sekitar 7 lah, Bu. Sakit sekali kalau bergerak."

Perawat: "Baik Pak, nanti akan saya berikan obat pereda nyeri. Nanti 30 menit lagi saya tanya lagi ya."

Dokumentasi: Nyeri skala 7/10 (NRS), pasien tampak meringis saat bergerak.


Skenario 2: Evaluasi Setelah Obat

Perawat: "Pak, tadi kan sudah minum obat. Sekarang nyerinya angka berapa?"

Pasien: "Sudah berkurang, jadi 3 lah."

Perawat: "Berarti ada penurunan dari 7 ke 3. Obatnya bekerja dengan baik."

Dokumentasi: Setelah 30 menit pemberian analgesik, nyeri turun menjadi 3/10 (NRS).


Kelebihan dan Kekurangan NRS

✅ Kelebihan NRS:

  • Paling sederhana - Cuma minta pasien sebut angka

  • Cepat - Hanya butuh beberapa detik

  • Mudah didokumentasikan - Tinggal tulis "NRS: X/10"

  • Sensitif terhadap perubahan - Bisa deteksi perubahan kecil

  • Universal - Dipahami tenaga kesehatan di seluruh dunia

❌ Kekurangan NRS:

  • Butuh kemampuan berhitung - Pasien harus paham konsep angka

  • Abstrak - Angka tidak punya makna intrinsik untuk nyeri

  • Sulit untuk anak-anak - Anak di bawah 7 tahun biasanya belum paham

  • Sulit untuk lansia dengan pikun - Mereka lupa atau bingung

  • Tidak untuk pasien tidak sadar - Butuh respons verbal


Kapan Menggunakan NRS?

✓ TEPAT digunakan untuk:

  • Pasien dewasa yang sadar dan kooperatif

  • Pasien yang bisa berhitung dan berkomunikasi verbal

  • Pasien pasca operasi

  • Pasien dengan nyeri kronis

  • Pasien di IGD, rawat inap, maupun rawat jalan

  • Evaluasi berulang (misal tiap 4 jam)

✗ HINDARI atau gunakan skala lain untuk:

  • Anak-anak (gunakan Wong-Baker FACES)

  • Lansia dengan demensia (gunakan PAINAD)

  • Pasien tidak sadar/intubasi (gunakan CPOT/FLACC)

  • Pasien dengan gangguan kognitif berat

  • Pasien yang tidak mengerti konsep angka


Variasi NRS yang Perlu Diketahui

1. NRS 0-10 (Paling Umum)

Standar internasional, rentang 0-10.

2. NRS 0-5 (Versi Sederhana)

Kadang dipakai untuk lansia atau pasien yang bingung dengan rentang terlalu lebar.

  • 0 = tidak nyeri

  • 1 = nyeri ringan

  • 2 = nyeri sedang

  • 3 = nyeri agak berat

  • 4 = nyeri berat

  • 5 = nyeri sangat berat

3. NRS 0-100 (Versi Detail)

Kadang dipakai di penelitian, tapi jarang digunakan di klinik karena terlalu rumit.


Tips Sukses NRS untuk Mahasiswa

Saat Bertanya:

  1. Jelaskan dulu jangan langsung tanya "Angka berapa?"

  2. Pastikan pasien paham bahwa 0 = tidak sakit, 10 = sakit paling hebat

  3. Gunakan patokan "sakit paling hebat seumur hidup" untuk angka 10

  4. Konfirmasi ulang jika ragu

Contoh Kalimat yang Tepat:

✅ "0 berarti tidak sakit sama sekali, 10 berarti sakit paling hebat yang pernah Bapak rasakan. Sekarang sakitnya angka berapa?"

❌ "Sakitnya berapa?" (Pasien bingung, skala apa?)

Saat Dokumentasi:

✅ Tulis: "NRS 7/10" atau "Skala nyeri 7 (NRS 0-10)"
✅ Catat juga: kapan, sebelum/sesudah intervensi, faktor yang mempengaruhi

❌ Cuma tulis: "Nyeri skala 7" (tanpa sebut NRS, bisa dikira skala lain)

Contoh Kasus dan Dokumentasi Lengkap

Kasus 1: Pasien Fraktur

Data Subjektif:

"Saya jatuh tadi pagi, kaki saya sakit sekali Dok. Kalau skala 0-10, sakitnya 8."

Data Objektif:

Pasien tampak meringis, kaki kanan bengkak, TD 150/90, N 100x/menit. NRS: 8/10.

Diagnosis:

Nyeri akut berhubungan dengan fraktur femur.

Intervensi:

  • Berikan analgesik (Ketorolac 30 mg IV)

  • Kaji ulang nyeri 30 menit pasca pemberian

  • Imobilisasi area fraktur

Evaluasi (30 menit):

Pasien mengatakan nyeri berkurang menjadi 4/10, TD 130/80, N 88x/menit.


Kasus 2: Pasien Post Operasi (Laporan Shift)

S:

"Nyeri luka operasi, skala 6 dari 0-10."

O:

Luka operasi bersih, sedikit basah, pasien tampak gelisah.

A:

Nyeri akut sedang.

P:

Lanjutkan analgesik rutin, kaji ulang tiap 4 jam, ajarkan teknik napas dalam.


Studi Kasus Mini untuk Latihan

Soal 1

Seorang pasien laki-laki 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Saat dikaji dengan NRS, pasien mengatakan nyeri 9/10. Apa tindakan Anda?

Jawaban: Nyeri 9 termasuk kategori berat. Berikan analgesik segera (sesuai protokol), pasang monitor, dan laporkan ke dokter.

Soal 2

Pasien pasca operasi apendiktomi. Pre medikasi NRS 7, post medikasi 30 menit NRS 3. Apa kesimpulan Anda?

Jawaban: Intervensi berhasil. Penurunan 4 poin (dari 7 ke 3) sangat bermakna secara klinis.


Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Q: Pasien bilang "sakitnya 100", gimana?
A: Jelaskan lagi skalanya 0-10. Tanya "Kalau sakit paling hebat seumur hidup itu 10, kira-kira sekarang berapa?"

Q: Pasien bingung milih antara dua angka, misal 5 atau 6?
A: Minta pasien pilih yang paling mendekati. Atau tanya "Lebih ke 5 atau ke 6?"

Q: Berapa kali harus kaji ulang?
A: Untuk nyeri akut, kaji tiap 2-4 jam atau setiap setelah intervensi. Untuk nyeri kronis, tiap hari atau tiap kunjungan.

Q: NRS bisa untuk anak SD?
A: Anak usia 8 tahun ke atas biasanya sudah paham angka. Tapi untuk anak lebih kecil, Wong-Baker lebih tepat.

Q: Kalau pasien bisu tapi bisa nulis?
A: Bisa, minta dia tulis angkanya di kertas.


Intisari: Yang Harus Kamu Ingat

PoinPesan Kunci
Rentang0 (tidak nyeri) - 10 (nyeri terhebat)
KategoriRingan (1-3), Sedang (4-6), Berat (7-10)
Intervensi≥4 butuh analgesik, ≥7 butuh segera
TargetPasien dewasa sadar, bisa komunikasi verbal
EvaluasiPerubahan ≥2 poin bermakna klinis
DokumentasiSelalu tulis "NRS: X/10"

Referensi

  1. Potter, P.A., & Perry, A.G. (2023). Fundamentals of Nursing (11th ed.). Elsevier.

  2. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Panduan Nasional Manajemen Nyeri.

  3. Gülnar, E., et al. (2025). Nursing students' pain management self-efficacy. Work, 80(4).


Ingat, Sobat Ners! NRS itu alat paling sederhana tapi powerful. Kuasai cara bertanya yang benar, dan jangan lupa selalu percaya pada apa yang pasien rasakan. Kalau pasien bilang sakit 10, ya percaya itu sakit 10!


Punya pengalaman menarik pakai NRS? Share di komentar ya!

Selamat belajar dan semangat terus buat blog keperawatannya! 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url