EMPAT PARAMETER TANDA TANDA VITAL NORMAL



Empat paramater tanda-tanda vital utama, seperti  tekanan darah, denyut Nadi, Pernapasan dan Suhu Tubuh, harus rutin observasi oleh tim tenaga kesehatan. Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan ketika pasien berkunjung ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh perawatan dan pengobatan. Jika pasien terdapat tanda-tanada  medis yang kurang baik dan serius. Maka pemantauan akan dilakukan berulang dan dievaluasi secara berkesinambungan sampai hasil tanda-tanda vital kembali normal.

Gambaran kondisi tubuh secara keseluruhan dapat diketahui dengan empat parameter diatas. Ke 4 parameter tersebut sering sekali dilakukan oleh tenaga kesehatan. Meskipun terlihat sederhana informasi dari ke 4 parameter ini sangat di perlukan untuk menilai status kesehatan secara umum.

Kemampuan mendeteksi secara dini terhadap gangguaan atau kelainan pada fungsi organ tubuh akan berguna dan membantu tim medis menentukan diagnosa. Kemampuan yang di maksud disini salah satunya adalah melakukan pemeriksaan tanda tanda vital.

Selebihnya Pemeriksaan atau pengukuran tanda-tanda vital secara rutin juga dapat dikerjakan dimanapun.

Empat paramater tanda-tanda

1.Tekanan Darah

Tekanan Darah adalah tekanan pada pembuluh darah arteri ketika jantung  mempoma darah ke seluruh tubuh. Alat yang di gunakan untuk mengukur tekanan darah dapat mengggunakan tensi meter dan stetoskop. Dengan alat ini kita dapt memperoleh nilai sistolok dan diastolik. Tekanan sistolik merupakan momentum ketika tekanan darah arteri muncul saat jantung berkontraksi memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik adalah momentum jantung beristirahat (relaksasi) untuk mengisi darah dari seluruh tubuh. Pada umumnya tekanan darah normal manusia dewasa yaitu 120/80 mmHg. Angka 120 adalah sistolik sedangkan angka 80 diastolik. Nilai Tekanan darah dapat bereda. Ini  dipengaruhi oleh beberapa factor seagai berikut. Aktivitas fisik, diet, obat-obatan dan usia. Dalam beberapa kondisi di sarankan untuk mendapatkan hasil tekanan darah baik dianjurkan beristirahat  sekitar 15 menit sebelum pengukuran

 

2. Denyut Nadi

Denyut nadi adalah jumlah jantung berkontraksi dan pengukuranya dilakukan dalam rentan durasi satu menit. Normalnya nilai nadi dewasa berkisar 60-100 x/menit, sementara pada bayi dan anak-anak lebih tinggi. Pengukuran denyut nadi dapat dilakukan pada :

Arteri Radialis. Arteri ini Terletak di sepanjang tulang radialis. Pemeriksan denyut nadi sering dilakukan di lokasi ini.

Arteri Brachialis. Terletak arteri ini pada medial lipatan siku tangan bagian dalam. Lokasi ini juga sering Digunakan saat melakukan pengukuran tekanan darah. Dimana stetoskop di letakan pada arteri ini.

Arteri Karotis. Satu arteri besar yang terletaknya pada area leher di lobus telinga. Pemerikasan denyut dadi ini sering di lakukun pada kondisi kegawat daruratan.

3. Laju Pernafasan

Laju pernapasan adalah nilai frekuensi dalam satu menit dada mengembang dan mengempis. Saat dada mengembang terjadi proses inspirasi yaitu masuknya udara ke dalam paru, saat dada mengempis atau relaksasi terjadi proses ekspirasi. 

Saat menilai pernapasan tidak hanya jumlah gerakan gerakan inspirasi dan ekspresi dalalam satu menit. Yang di nilai juga seperti tak pak sulit bernapas atau tidak, suara napas, terdapat retraksi dinding dada atau tidak. Laju pernapasan normal yaitu 12-20x/ menit. Berbeda pada anak dan bayi umum nilai frekuensi pernapasannya lebih tinggi. 

4. Suhu Tubuh

Temperature/suhu adalah derajat panas yang dihasilkan oleh tubuh. Pengukuran suhu tubuh menggunakan alat yang disebut thermometer. Suhu tubuh yang dihasilkan akan berbeda, ini di pengaruhi oleh aktivitas yang dilakukan, cuaca, metabolisme, pengaruh hormon, jenis kelamin. Temperature tubuh normal berbeda pada range 36,5 sampai dengan 37,2 derajat celcius. 

Cara mengukur suhu tubuh dapat di lakukan dengan cara oral atau melalui mulut namun (tidak disarankan pada bayi/anak), melalui rectal atau anus, melalui ketiak/axilla, melalui kulit di dahi, dan telinga.

Melalui mulut, thermometer diletakkan di bawah lidah, dapat memakai thermometer digital saat ini banyak tersedia. Pada bayi/anak tidak disarankan menggunakan thermometer kaca/air raksa karena beresiko pecah akibat digigit selain itu menggunakan bahan merkuri yang bersifat racun bagi tubuh dan berbahaya bagi bayi/anak.

Melalui rectal/anus. Tidak disarankan untuk pemeriksaan suhu melalui rectal, jika dalam kondisi diare, setelah prosedur pembedahan rectal dan terdapat ambeien/hemorroids.

Melalui axilla/ketiak ini yang paling sering digunakan karena dirasa mudah dan nyaman. Namun ada beberapa kontraindikasi bagi pasien untuk dilakukan pemeriksaan suhu melalui axilla, yaitu pasien kurus, adanya inflamasi lokal di daerah ketiak, pasien tidak sadar/shock dan konstriksi pembuluh darah perifer.

Melalui telinga, merupakan thermometer khusus (biasanya memakai digital)dengan cepat mengukur suhu gendang telinga yang merupakan suhu inti tubuh (suhu organ internal)

Melalui kulit, merupakan thermometer khusus (biasanya memakai digital) yang dengan cepat mengukur suhu di kulit dahi.

Demikian pembahasan tetang tanda tanda vital, tetap waspada dengan status kesehatan karna itu penting. Rutin periksa kesehatan anda dimanapun. 


Next Post
No Comment
Add Comment
comment url