Cairan untuk Pasien Diabetes (DKA/HHS)

Ketoasidosis Diabetik (DKA) dan Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)

DKA dan HHS

Ketoasidosis Diabetik (DKA) dan Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah dua komplikasi akut diabetes yang mengancam jiwa. Keduanya ditandai dengan hiperglikemia, dehidrasi berat, dan gangguan elektrolit

Karakteristik DKA DKA HHS
Glukosa darah >250 mg/dL >600 mg/dL
pH darah <7,3 >7,3
Bikarbonat <18 mEq/L Normal atau sedikit turun
Keton Positif Negatif atau ringan
Osmolalitas Variabel >320 mOsm/kg
Defisit cairan 6-9 L 8-12 L

Prinsip utama tata laksana DKA/HHS ada 4:

  1. Resusitasi cairan (prioritas utama!)
  2. Terapi insulin
  3. Koreksi elektrolit (terutama kalium)
  4. Mengatasi faktor pencetus

Jenis Cairan pada Fase Awal: NaCl 0,9%

Mengapa NaCl 0,9%?

NaCl 0,9% (Normal Saline) adalah cairan pilihan utama pada fase awal resusitasi DKA/HHS karena :

Alasan Penjelasan
Mengatasi hipovolemia Pasien DKA kehilangan cairan 6-9 liter!
Memulihkan perfusi jaringan Cairan isotonik cepat mengembalikan volume intravaskular
Mengencerkan glukosa darah Tanpa insulin sekalipun, cairan saja bisa menurunkan glukosa 35-70 mg/dL
Memperbaiki tekanan darah Pada pasien dengan hipotensi/syok

Dosis dan Kecepatan

Fase Awal (1-2 jam pertama):

Kondisi Kecepatan
Dewasa tanpa gangguan jantung 15-20 ml/kg/jam ATAU 1-2 liter dalam 1-2 jam pertama
Syok/hipotensi Bolus cepat 500-1000 ml dalam 15-30 menit
Anak-anak 10-20 ml/kg bolus, dapat diulang jika perlu

Setelah fase awal:

  • Jika pasien hiponatremia (Na rendah): Lanjutkan NaCl 0,9%
  • Jika pasien eunatremia atau hipernatremia (Na normal/tinggi): Ganti ke NaCl 0,45% dengan kecepatan 250-500 ml/jam

Perdebatan: NaCl vs Ringer Laktat

Perdebatan: NaCl vs Ringer Laktat

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Ringer Laktat mungkin lebih baik daripada NaCl 0,9% untuk resusitasi DKA .

Masalah dengan NaCl 0,9% dalam jumlah besar

Masalah Mekanisme Akibat
Hiperkloremia NaCl 0,9% mengandung Cl 154 mmol/L (plasma normal 96-107) Asidosis metabolik hiperkloremik
Memperlambat perbaikan asidosis Asidosis tambahan dari klorida Waktu recovery lebih lama
Risiko AKI Hiperkloremia terkait dengan acute kidney injury Mortalitas meningkat pada pasien ICU

Bukti Ilmiah

Penelitian Temuan
Subgroup analysis (2020) RL lebih unggul dari NaCl dalam perbaikan asidosis dan hiperglikemia
RCT (2012) RL memperbaiki asidosis 140 menit lebih cepat (meski tidak signifikan statistik)
Studi UMCG 76% pasien DKA mengalami hiperkloremia dalam 8 jam pertama dengan NaCl

Rekomendasi Terkini

Konsensus 2024 merekomendasikan:

  • Isotonic saline (0,9% NaCl) ATAU balanced crystalloid solutions (Ringer Laktat/Plasmalyte)
  • Pemilihan selanjutnya tergantung status cairan, hemodinamik, dan kadar natrium

Konsensus 2024 merekomendasikan:

  • Fase awal (1-2 jam pertama): NaCl 0,9% masih acceptable untuk resusitasi cepat
  • Fase selanjutnya: Pertimbangkan ganti ke RL untuk menghindari hiperkloremia
  • Di ICU/bagian dengan RL tersedia: Bisa langsung pakai RL dari awal
glukosa darah turun mencapai batas tertentu, kita perlu menambahkan dekstrosa

Kapan Pindah ke Dekstrosa?

Prinsip Dasar

Setelah glukosa darah turun mencapai batas tertentu, kita perlu menambahkan dekstrosa untuk:

  1. Mencegah hipoglikemia akibat insulin yang masih diberikan
  2. Memungkinkan insulin tetap diberikan sampai ketosis teratasi
  3. Mempertahankan glukosa dalam rentang aman

Batas Glukosa untuk Menambahkan Dekstrosa

Sumber DKA HHS
Konsensus 2024 < 250 mg/dL < 250 mg/dL
Konsensus 2009 < 200 mg/dL < 300 mg/dL
NIH/PMC ~200 mg/dL 200 mg/dL (DKA) / 300 mg/dL (HHS)

Jenis Dekstrosa

Jenis Konsentrasi Indikasi
D5% (Dextrose 5%) 5 gram/100 ml Standar, saat glukosa mendekati batas
D10% (Dextrose 10%) 10 gram/100 ml Jika glukosa turun terlalu cepat atau risiko hipoglikemia berat

Cara Pemberian

Setelah glukosa mencapai batas :

  • Tambahkan D5% dalam NaCl 0,45% (atau dalam RL)
  • Kecepatan infus disesuaikan dengan kebutuhan cairan
  • Insulin tetap dilanjutkan dengan dosis diturunkan

Penurunan dosis insulin setelah dekstrosa ditambahkan :

  • Dari 0,1 unit/kg/jam → turunkan menjadi 0,02-0,05 unit/kg/jam
  • Target glukosa: 150-200 mg/dL (DKA) atau 200-250/300 mg/dL (HHS)

Monitoring Ketat

Parameter yang Harus Dimonitor

Parameter Frekuensi Target
Glukosa darah Setiap 1-2 jam DKA: 150-200 mg/dL, HHS: 200-250 mg/dL
Elektrolit (Na, K, Cl) Setiap 2-4 jam Na 135-145, K 4-5 mEq/L
pH / bikarbonat Setiap 2-4 jam pH >7,3, HCO3 >15
Anion gap Setiap 2-4 jam Normal (8-12)
Osmolalitas Setiap 2-4 jam Normal (275-295)
Keton (darah/urin) Setiap 4-6 jam Negatif
Balance cairan (input-output) Setiap jam Urin >0,5 ml/kg/jam

Perhitungan Penting

Osmolalitas serum:

Osmolalitas = 2(Na + K) + Ureum/6 + Glukosa/18
Atau rumus sederhana:
Osmolalitas = 2Na + Glukosa/18
Anion Gap:
AG = Na - (Cl + HCO3)
Normal: 8-12 mEq/L
Yang Harus Diperhatikan

  1. Natrium terkoreksi: Pada hiperglikemia, Na terukur lebih rendah dari sebenarnya
    Na koreksi = Na terukur + 1,6 x (Glukosa - 100)/100
  2. Kalium: Insulin akan menurunkan kalium dengan cepat!
    o Jika K <3,3 mEq/L: TUNDA INSULIN, beri K dulu
    o Jika K 3,3-5,0: tambahkan K dalam infus (20-30 mmol/L)
    o Jika K >5,0: pantau ketat, jangan beri K dulu
  3. Fosfat: Juga turun, suplementasi hanya jika <1 mg/dL

Bahaya: Edema Serebral pada Anak


Epidemiologi
Edema serebral adalah komplikasi DKA yang paling ditakuti pada anak
Parameter Angka
Insidensi klinis 0,3 - 0,9% episode DKA pada anak
Subklinis 56% anak DKA mengalami penyempitan ventrikel di MRI (edema subklinis)
Mortalitas 50-80% kematian terkait diabetes pada anak disebabkan edema serebral
Waktu muncul Biasanya dalam 12 jam pertama, jarang >24 jam

Faktor Risiko

Faktor Penjelasan
Usia lebih muda Anak kecil risiko lebih tinggi
Diagnosis baru diabetes Keterlambatan diagnosis → DKA lebih berat
Uremia (BUN tinggi) Marker dehidrasi berat
Asidosis berat pH rendah, hipokapnia berat
Hiponatremia Na rendah saat presentasi

Dulu dianggap akibat over-resusitasi cairan, tapi penelitian terbaru membantah mitos ini.
Pemahaman terkini:

  • Edema serebral pada DKA bersifat vasogenik (bukan sitotoksik/seluler)
  • Terjadi karena disrupsi blood-brain barrier dan ekstravasasi protein
  • Dipicu oleh respon inflamasi akibat DKA itu sendiri
  • Cairan infus TIDAK menyebabkan edema serebral - ini mitos!

Bukti Penting

"Intravenous fluids are likely not associated with development of CE, and 10-mL/kg or 20-mL/kg i.v. bolus is safe."
  • Bukan cairan yang menyebabkan edema serebral
  • Yang menentukan adalah severitas DKA itu sendiri (BUN tinggi, asidosis berat)
  • Bolus 10-20 ml/kg aman dan tidak terkait dengan edema serebral

Tanda dan Gejala
Gejala edema serebral dapat muncul sebelum terapi dimulai atau selama pengobatan :
Gejala Dini:
  1. Sakit kepala
  2. Penurunan kesadaran ringan
  3. Iritabilitas

Gejala Lanjut:
  1. Penurunan GCS (Glasgow Coma Scale)
  2. Tidak responsif
  3. Pupil tidak sama
  4. Bradikardia, hipertensi (Cushing's triad)
  5. Henti napas

Tata Laksana Edema Serebral
Jika dicurigai edema serebral :
Turunkan kecepatan infus (jangan dihentikan total)
Manitol 0,5-1 gram/kg IV atau NaCl 3% 5-10 ml/kg
Jika tidak respons dengan manitol, beri NaCl 3%
Jika tidak respons dengan NaCl 3%, beri manitol
Intubasi jika perlu, jaga normoventilasi (jangan hiperventilasi berlebihan)
CT scan kepala segera

Algoritma Manajemen Cairan DKA/HHS

Poin Kritis

  1. Cairan adalah prioritas utama - bahkan sebelum insulin!
  2. Jangan lupa kalium - insulin tanpa kalium = hipokalemia fatal
  3. Pada anak: jangan takut bolus - 10-20 ml/kg aman, justru under-resusitasi lebih berbahaya
  4. Edema serebral pada anak - penyebabnya adalah DKA berat, BUKAN kelebihan cairan
  5. Pertimbangkan RL untuk menghindari hiperkloremia, terutama jika tersedia

SoalLatihan UKOM

Soal 1

Seorang pasien DKA dewasa dengan BB 60 kg datang dengan hipotensi. Berapa bolus cairan awal yang tepat?

🔍JAWABAN

15-20 ml/kg = 900-1200 ml dalam 1-2 jam pertama, atau bolus 500-1000 ml dalam 15-30 menit jika syok [citation:1]

Soal 2

ada jam ke-4 perawatan DKA, glukosa pasien turun menjadi 220 mg/dL. Apa tindakan selanjutnya?

🔍JAWABAN

Tambahkan D5% dalam cairan (bisa dalam NaCl 0,45% atau RL) untuk mencegah hipoglikemia, dan turunkan dosis insulin menjadi 0,02-0,05 unit/kg/jam [citation:1][citation:7]

Soal 3

Seorang anak dengan DKA menunjukkan penurunan kesadaman. Apa penyebab tersering?

🔍JAWABAN

Edema serebral, meski hanya terjadi pada kurang dari 1% kasus. Tanda sakit kepala, penurunan GCS, tidak responsif. Tata laksana manitol atau NaCl 3% [citation:3]

Soal 4

Apa risiko pemberian NaCl 0,9% dalam jumlah besar pada DKA?

🔍JAWABAN

Hiperkloremia yang menyebabkan asidosis metabolik hiperkloremik, memperlambat perbaikan asidosis, dan berisiko acute kidney injury [citation:10]

Referensi

  1. PMC/NCBI. (2021). Fluid replacement therapy table
  2. GPnotebook. (2025). Diabetic ketoacidosis: Investigations
  3. UpToDate. (2025). Diabetic ketoacidosis in children: Cerebral injury
  4. Assimilate. (2024). Acute complications of Diabetes: Ketoacidosis
  5. Mayo Clinic. (2024). Diabetic ketoacidosis - Diagnosis & treatment
  6. Tasker RC, Acerini CL. (2014). Cerebral edema in children with diabetic ketoacidosis
  7. Cleveland Clinic Journal of Medicine. (2024). Comparison of DKA/HHS management 2009 vs 2024
  8. MIMS. (2024). Diabetic ketoacidosis & hyperosmolar hyperglycemic state management
  9. Long B, et al. (2017). Emergency Medicine Myths: Cerebral Edema in Pediatric DKA
  10. De Intensivist. (2024). Groningen Volumeresuscitatie bij diabetische ketoacidose

Sobat Ners, sudah paham manajemen cairan DKA/HHS? Latihan soal terus ya!

Ada pertanyaan? Tulis di komentar!👇😊

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url