McGill Pain Questionnaire (MPQ)


McGill Pain Questionnaire (MPQ) adalah kuesioner penilaian nyeri yang paling komprehensif dan banyak digunakan di dunia . Dikembangkan pada tahun 1971 oleh Dr. Ronald Melzack dan Dr. Warren Torgerson di McGill University, Montreal, Kanada .

Berbeda dengan skala lain (NRS hanya angka, Wong-Baker hanya wajah), MPQ menilai nyeri dari 3 dimensi :

DimensiYang Dinilai
SensoriBagaimana rasa nyerinya? (fisik)
AfektifBagaimana perasaan pasien terhadap nyeri? (emosi)
EvaluatifSeberapa berat nyeri secara keseluruhan? (kognitif)

Struktur MPQ: 78 Kata dalam 20 Kelompok 

MPQ terdiri dari 78 kata deskriptor yang dikelompokkan ke dalam 20 subkelas dan 4 kategori utama:

📊 4 Kategori Utama MPQ

KategoriSubkelasJumlah KataFungsi
Sensori1-1042 kataMenggambarkan sensasi fisik nyeri
Afektif11-1514 kataMenggambarkan dampak emosional
Evaluatif165 kataMenilai intensitas keseluruhan
Miscellaneous17-2017 kataDeskriptor campuran

🔍 Rincian Deskriptor per Kategori 

Kategori Sensori (1-10):

  1. Berdenyut / Berdebar (Flickering/beating)

  2. Melompat / Menembak (Jumping/shooting)

  3. Menusuk / Merobek (Pricking/lancinating)

  4. Tajam / Melukai (Sharp/lacerating)

  5. Mencubit / Menghancurkan (Pinching/crushing)

  6. Menarik / Memilin (Tugging/wrenching)

  7. Panas / Membakar (Hot/searing)

  8. Kesemutan / Perih (Tingling/stinging)

  9. Tumpul / Berat (Dull/heavy)

  10. Lembut / Pecah (Tender/splitting)

Kategori Afektif (11-15):
11. Melelahkan / Menguras tenaga (Tiring/exhausting)
12. Memualkan / Mencekik (Sickening/suffocating)
13. Menakutkan / Mengerikan (Fearful/terrifying)
14. Menghukum / Membunuh (Punishing/killing)
15. Menyedihkan / Membutakan (Wretched/blinding)

Kategori Evaluatif (16):
16. Mengganggu / Tak tertahankan (Annoying/unbearable)

Kategori Misc (17-20):
17. Menjalar / Menembus (Spreading/piercing)
18. Kaku / Merobek (Tight/tearing)
19. Dingin / Membeku (Cold/freezing)
20. Mengusik / Menyiksa (Nagging/torturing)


Interpretasi Hasil 

Skor Total PRIInterpretasi
0Tidak ada nyeri
1-10Nyeri ringan
11-20Nyeri sedang
21-30Nyeri berat
>30Nyeri sangat berat / kronis 

Contoh hasil penelitian:

  • Nyeri pasca operasi: 12-14 

  • Nyeri kanker: 24 

  • Nyeri punggung kronis: 25-28 


Contoh Kasus Penggunaan

Kasus 1: Pasien Nyeri Neuropatik

Keluhan: "Kaki saya seperti ditusuk-tusuk dan terbakar, Dok. Kadang juga kesemutan."

Pengkajian dengan MPQ:

  • Pasien memilih kata: menusuk, terbakar, kesemutan (kategori sensori)

  • melelahkan, menyiksa (kategori afektif)

  • tak tertahankan (kategori evaluatif)

Skor PRI: 34 (nyeri berat)
PPI: 4 (mengerikan)

Kesimpulan: Pola kata mengarah ke nyeri neuropatik 


Kasus 2: Pasien Pasca Operasi (Penelitian) 

Penelitian Bruce dkk. (2004) pada 2.210 pasien pasca operasi:

  • Mastektomi: skor PRI 14.06

  • Hernia: skor PRI 13.00

  • Operasi jantung: skor PRI 12.03

Kesimpulan: Karakteristik nyeri kronis pasca operasi mirip antar berbagai jenis operasi.


Tips untuk Mahasiswa

1. Kapan Memilih MPQ?

  • Tugas askep pasien dengan nyeri kronis

  • Penelitian / KTI tentang nyeri

  • Praktik di poliklinik nyeri

  • Pasien dengan nyeri yang sulit dideskripsikan

2. Untuk Ujian/UKOM

Contoh soal:

Seorang pasien dengan fibromialgia mengeluh nyeri di seluruh tubuh. Alat ukur apa yang paling tepat untuk mengkaji nyeri pasien secara komprehensif?
A. NRS
B. Wong-Baker
C. FLACC
D. MPQ
E. VAS

Jawaban: D (MPQ) - karena nyeri kronis dan butuh kajian multidimensional.

3. Praktik Klinik

  • Gunakan SF-MPQ (versi singkat) untuk efisiensi waktu

  • Bantu pasien membaca jika kesulitan

  • Jelaskan arti kata-kata yang tidak dipahami 

4. Dokumentasi

✅ "Dikaji menggunakan MPQ, skor PRI total 28 (nyeri berat)"
✅ "Pasien memilih kata: berdenyut, menusuk, melelahkan - mengarah ke nyeri neuropatik"


Yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Q: MPQ bisa untuk pasien yang tidak bisa baca?
A: Bisa, perawat bisa membacakan satu per satu dan pasien memilih . Penelitian pada pasien buta huruf tetap menunjukkan reliabilitas tinggi (r=0.95) .

Q: MPQ tersedia dalam bahasa Indonesia?
A: Ada versi adaptasi yaitu "Kuesioner Nyeri McGill" atau "Questionnaire Douleur Saint-Antoine" versi Indonesia. Di beberapa kampus sudah diadaptasi untuk penelitian.

Q: Berapa skor normal MPQ?
A: Tidak ada "normal" karena nyeri itu subjektif. Rata-rata skor berbagai kondisi: 17-28 dari maksimal 78 .

Q: Apakah MPQ gratis?
A: Ya, untuk penggunaan non-komersial . Untuk penelitian berbayar perlu izin dari MAPI Research Trust .

Q: Bisa untuk anak-anak?
A: SF-MPQ hanya untuk 13 tahun ke atas . Untuk anak kecil, gunakan Wong-Baker.

Q: Apa itu SF-MPQ-2?
A: Versi terbaru (2009) yang menambahkan deskriptor untuk nyeri neuropatik .


Intisari: Yang Harus Kamu Ingat

PoinPesan Kunci
FungsiMengkaji nyeri secara multidimensional (sensori, afektif, evaluatif)
Isi78 kata dalam 20 kelompok 
Skor0 - 78 (PRI total) 
Interpretasi>30 = nyeri sangat berat/kronis 
Waktu10-30 menit (versi panjang), 5-10 menit (SF-MPQ) 
TargetNyeri kronis, neuropatik, kanker, penelitian 
SF-MPQVersi singkat: 15 kata + VAS + PPI 

Referensi

  1. Melzack, R. (1975). The McGill Pain Questionnaire: major properties and scoring methods. Pain, 1(3), 277-299. 

  2. Melzack, R. (1987). The short-form McGill Pain Questionnaire. Pain, 30(2), 191-197. 

  3. Bruce, J., et al. (2004). Quantitative assessment of chronic postsurgical pain using the McGill Pain Questionnaire. The Clinical Journal of Pain, 20(2), 70-75. 

  4. Wilkie, D.J., et al. (1990). Meta-analysis of MPQ studies. Pain 

  5. Ferraz, M.B., et al. (1990). Reliability of pain scales in literate and illiterate patients. Journal of Rheumatology, 17(8), 1022-1024. 

  6. Potter, P.A., & Perry, A.G. (2023). Fundamentals of Nursing (11th ed.). Elsevier.


Ingat, Sobat Ners!
MPQ itu alat paling canggih untuk mengkaji nyeri. Tapi dengan kecanggihan datang konsekuensi: waktu lama dan kata-kata rumit. Gunakan secara bijak untuk pasien yang tepat!

SF-MPQ adalah solusi praktis untuk klinik sehari-hari. Hafalkan 15 kata deskriptornya!


Punya pengalaman menarik pakai MPQ? Share di komentar ya!


Selamat belajar dan sukses terus buat blog keperawatannya!

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url