continuous positive airway pressure CPAP

Mengenal continuous positive airway pressure (CPAP)

Definisi continuous positive airway pressure (CPAP)

continuous positive airway pressure (CPAP) adalah satu diantara tipe bantuan napas ventilasi noninvasif (NIV). Dengan tekanan positif  tertentu yang di hembuskan ke saluran udara dan dipertahankan sepanjang siklus pernapasan, selama inspirasi dan ekspirasi. Penggunaan CPAP mempertahankan PEEP yang harapanya dapat mengurangi atelektasis, meningkatkan luas permukaan alveolus.

mesin cpap
continuous positive airway pressure (CPAP)

Artikel ini menjelaskan mekanisme kerja, indikasi, kontraindikasi, komplikasi CPAP dan menjelaskan peran tim medis dalam terapi hipoksia menggunakan CPAP. Selain itu juga menerangkan mempersiapkan pasien, dan kelengkapan komponen dari CPAP. Memberikan posisi nyaman kepada pasien ketika terapi CPAP berlangsung, merangkai pemasangan CPAP dengan lengkap, serta melakukan evaluasi terapi.


Luangkan waktu mu 10 menit kedepan. Fokus memahami materi ini. Kami percaya 10 menit ke dua di lain waktu kamu membacanya kembali akan memberikan ingatan lebih kuat tentang materi ini"CPAP". 


Mekanisme kerja CPAP

continuous positive airway pressure (CPAP) mendorong aliran udara melalui selang kehidung dan / atau sungkup mask dengan tekanan positif tertentu. Pemberikan Ttkanan positif  disesuaikan dengan berat ringanya sleep apnea yang di alami. tekanan positif terapi CPAP akan membuka saluran udara sehingga oksigen dapat sampai ke paru-paru.


Sumber udara yang diberikan akan di atur oleh kompresor udara dan masuk ke mixer oksigen udara, sehingga menghasilkan rasio konsentrasi oksigen udara yang paling sesuai. Selanjutnya udara juga akan melalui proses humidifikasi untuk menjaga kelemaan dan suhu tertentu. Selanjutnya akan di alir kan ke saluran napas pernafasan melalui selang pernafasan.

Indikasi CPAP

Kolaps jalan napas: CPAP memiliki fungsi mempertahankan patensi jalan napas pada kasus airway collapse seperti obstructive sleep apnea (OSA) yang banyak di temui akibat obesitas, hipotonia, hipertrofi adenotonsillar.


Hipoksia : dalam perawatan bayi prematur dengan sindrom defisiensi surfaktan, CPAP saat ini cukup banayak di gunakan di runag neonatal intensive care unit (NICU). CPAP sangat membantu dalam pengobatan hipoksia, dan mengurangi work of breath (WOb) ketika bayi dalam masa infeksi akut, dan pada kelemahan trakea (trakeomalasia)


Meningkatkan kesesuaian ventilasi/perfusi (V/Q matching) : biasanya penggunaan CPAP dalam hal ini pada gagal napas "hipoksia" yang di akibatkan oleh gagal jantung kongestif.


Post Ekstubasi : penggunaan CPAP pada kondisi setelah ekstubasi dapat memberi manfaat dalam pemperbesar keberhasilan pelepasan ventilator mekanik invasive. Dimana pasien masih memerlukan udara bertekanan positif.

Kontraindikasi CPAP

- Kontraindikasi absolut penggunaan CPAP adalah sebagai berikut: Koma, Gagal jantung, Henti napas, Setiap kondisi yang membutuhkan intubasi segera.


- Kontraindikasi lainnya pada pemakaian CPAP (pengecualian yang jarang terjadi) berikut: Ketidakstabilan jantung - Syok dan kebutuhan akan dukungan pressor, disritmia ventrikel, infark miokard akut yang rumit.


- Pendarahan GI - Emesis yang tidak dapat diatasi dan/atau pendarahan tidak dapat dikendalikan


-Ketidakmampuan untuk melindungi jalan napas - Batuk atau menelan yang terganggu, pembersihan sekresi yang buruk, sensorium yang tertekan dan kelesuan


- Status epileptikus


- Potensi obstruksi jalan napas atas - Tumor kepala dan leher yang luas, tumor lain dengan kompresi jalan napas ekstrinsik, angioedema atau anafilaksis yang menyebabkan gangguan jalan napas


- Pertimbangan lain yang dapat membatasi aplikasi adalah sebagai berikut: Implementasi - Kurva pembelajaran staf dan persyaratan waktu (terapi keperawatan dan pernafasan), potensi keterlambatan dalam terapi definitif (batas uji coba terapi)

Komplikasi CPAP

Diawal penggunaan CPAP mungkin akan mengalami kesulitan dan ketidaknyamanan, seperti masker tidak nyaman, sesak, atau memalukan. Dipeerlukan waktu dan adaptasi dalam pemakainya. Untuk mendapatkan posisi dan ikatan masker CPAP yang tepat. tidak terlalu kuat dan tidak terlalu longgar.


Efek samping pengobatan CPAP : hidung tersumbat, pilek, mulut kering, atau mimisan; pelembapan dapat membantu mengatasi gejala-gejala ini.


Masker "sungkup" dapat mengiritasi atau kemerahan pada kulit, penggunaan bantalan dengan ukuran yang tepat pada masker dapat meminimalkan luka tekan akibat eratmya kontak dengan kulit.


Masker dan tube CPAP harus dijaga kebersihannya, diperiksa secara teratur dan harus diganti setiap 3 sampai 6 bulan.


Distensi abdomen atau sensasi kembung, untuk meminimal distensi dengan menurunkan tekanan atau dekompresi lambung melalui selang Nasogastric tube (NGT) pada pasien rawat inap.


Refrensi :

Guy W Soo Hoo, MD, MPH. Noninvasive Ventilation : Medscapes Publishing; Jun 18, 2020. Available at https://emedicine.medscape.com/article/304235-overview?

Pinto VL, Sharma S. Continuous Positive Airway Pressure. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482178/


Next post Artikel Terkait aktif bila list materi di awah ini berwarna biru :

Pernapasan fisiologis
Kiat persiapan dan tindakan intubasi
Menentukan ukuran dan kedalam insersi ETT
Memahami mode ventilator mekanik lebih lanjut
Setting awal ventilator mekanik
Memahami grafik ventilator mekanik
Weaning ventilator mekanik
Syarat ekstubasi 
Pilihan penggunaan sedasi pada pasien dengan ventilator mekanik
Troble shot pada ventilator mekanik
Kalibrasi ventilator mekanik
Penggunaan humidifier pada ventilator mekanik
Penggunaan bakterial filter pada ventilator mekanik
Waspada mukus plug pada endotrakeal tube (ETT)
Mencegah Ventilator Associated Pneumonia (VAP)
Oral hygien pada pasien dengan ventilator mekanik
Teknik suctioning dengan ventilator mekanik
Fisioterapi pada pasien dengan ventilator mekanik

Penggunaan ventilator pada pasien trakeostomy

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url